Author Archive

Participatory Rural Appraisal (PRA)

PRA (Participatory Rural Appraisal) dilakukan bertujuan untuk mendorong masyarakat desa untuk turut serta meningkatkan dan menganalisis pengetahuan dan dapat membuat rencana atau tindakan. Dalam kegiatan PRA di Desa Johowinong, dilakukan penyusunan mengenai pemetaan desa, kalender musim, transek desa, kajian gender, nagan kecenderungan, diagram venn, sketsa kebun, diagram aktifitas dan akar masalah desa yang sesuai dengan hasil diskusi bersama masyarakat saat PRA.

Pemetaan Desa

Pemetaan desa dilakukan untuk mengetahui kondisi desa secara eksisting. Pemetaan dilakukan penggambaran meliputi: batas administratif, jalan, permukiman, lahan pertanian, sungai dan objek-objek yang penting dalam suatu desa.

Pemetaan ini digambarkan dengan kertas A0 dengan alat bantu pulpen dan spidol. Dari pemetaan ini dapat menghasilkan gambaran desa secara kompleks yang akan diketahui mengenai infrastruktur yang ada dan lahan terbangun maupun tidak terbangun yang ada di Desa Johowinong. Pemetaan dilakukan atau digambarkan oleh penduduk Desa Johowinong.

 

Kalender Musim

Kalender musim digunakan untuk mengetahui periode-periode pertumbuhan komoditas-komoditas pertanian. Mulai dari pembibitan, penanaman, pemupukan, perawatan, sampai panen. Kalender musim dapat memberikan gambaran aktivitas kegiatan masyarakat terutama petani sepanjang tahun. Kalender musim juga dapat memberi solusi pada masyarakat Desa Johowinong mengenai bulan-bulan yang produktif untuk usaha mereka.

 

Transek Desa

Transek Desa dilakukan untuk mengetahui keadaan guna lahan atau potensi dan masalah desa. Transek desa dilakukan pemotongan wilayah dari batas timur sampai batas barat Desa Johowinong.

 

Kajian Gender

Kajian Gender dilakukan untuk mengetahui perbedaan antara laki-laki dan wanita dalam melakukan pekerjaan. Kajian Gender dilakukan dengan cara menempel gambar laki-laki atau perempuan pada suatu variabel yang telah disediakan, kemudian dicocokkan sesuai porsi kegiatan yang dilakukan. Misalnya lebih banyak memerlukan tenaga laki-laki seperti pada saat pengolahan lahan dan pada saat musim panen, sedangkan peran perempuan pada porsi pekerjaan yang tidak banyak mengeluarkan tenaga seperti pada proses perawatan dan pemeliharaan pada pertanian.

 

Bagan Kecendrungan

Bagan kecenderungan bertujuan untuk mengetahui sejarah atau perkembangan yang terjadi di Desa Johowinong. Berikut variabel-variabel yang diukur antara lain sarana dan prasarana serta hal-hal yang berkaitan dengan sejarah desa tersebut.

 

Diagram Venn

Diagram Venn dilakukan dalam kegiatan PRA untuk mempermudah hubungan atau keterkaitan antar lembaga-lembaga yang ada di Dsa Johowinong. Diagram Venn dilakukan dengan cara menempelkan kertas berbentuk lingkaran yang telah berisikan nama suatu lembaga. Kemudian ditempelkan sesuai hubungan atau keterkaitan lembaga-lembaga yang ada di Desa Johowinong.

 

Akar Masalah

Akar masalah diperoleh dari hasil analisis potensi dan masalah yang dihasilkan dari pemetaan desa, survei dan diskusi dengan masyarakat. Dilakukan diskusi dengan masyarakat agar diperoleh kesesuaian antara analisis masalah yang dihasilkan berdasarkan survei dengan kondisi yang sebenarnya dari informasi masyarakat. Masyarakat memberikan informasi mengenai penyebab permasalahan yang terjadi di Desa Johowinong. Masyarakat juga menyampaikan lokasi – lokasi di daerah Desa Johowinong yang mengalami permasalahan Dari diskusi tersebut, dapat diketahui bahwa masalah utama yang terdapat di Desa Johowinong ialah mengenai pertanian, ekonomi, dan infrastruktur berupa jalan, drainase dan irigasi.

Pelaksanaan PRA melibatkan masyarakat dan para stakeholder yang mengetahui gambaran secara umum Desa Johowinong. Selain itu terdapat macam-macam pola pikir yang berbeda dan kondisi mengenai potensi dan masalah di Desa Johowinong. Pihak-pihak yang masyarakat yang terlibat, antara lain:

  1. Perangkat desa
  2. Kepala Dusun
  3. Kelompok Usaha Tani
  4. Petani
  5. Tenaga pengajar
  6. Tokoh Masyarakat

Kegiatan PRA yang dilaksanakan di Kantor Balai Desa Johowinong pada tanggal 28 Oktober 2011 berjalan dengan baik. Perangkat desa maupun tokoh masyarakat hadir dalam kegiatan tersebut. Informasi-informasi yang dibutuhkan secara keseluruhan terpenuhi dengan adanya kegiatan PRA ini, namun waktu pelaksanaan yang dilakukan tidak efektif yaitu pada malam hari, dimana keterbatasan waktu dan kondisi yang sudah larut malam.

 

 

 

Leave a comment »

Potensi dan Masalah (HasilSurvei)

 

No

Aspek Desa

Potensi 

Masalah

1

Faktor alam dan fisik

·       Sumur dangkal

·      Jalan

·      Drainase

·      Sanitasi

·      Sampah

2

Ekonomi dan sosial

·       Sumber daya manusia (kemauan kerja) tinggi

·       Pertanian

·       Peternakan

·       Industri

·      Sumber daya manusia (skill) rendah

·      Minimnya Penghasilan

3

Kelembagaan

·       Karang taruna

·       Kinerja Pemerintah Desa

Potensi dan Masalah Desa Johowinong

Sumber: Hasil Participatory Rural Apraisal dan Hasil Survei Primer, 2011

 

 

 

 

 

 

 

 

 

sumber

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:IN;
mso-fareast-language:IN;}

No

Aspek Desa

Potensi 

Masalah

1

Faktor alam dan fisik

·       Sumur dangkal

·      Jalan

·      Drainase

·      Sanitasi

·      Sampah

2

Ekonomi dan sosial

·       Sumber daya manusia (kemauan kerja) tinggi

·       Pertanian

·       Peternakan

·       Industri

·      Sumber daya manusia (skill) rendah

·      Minimnya Penghasilan

3

Kelembagaan

·       Karang taruna

·       Kinerja Pemerintah Desa

Leave a comment »

Karakteristik Ekonomi (HasilSurvei)

 

Mata Pencaharian

 

Mata Pencaharian

Luas Lahan (ha)

Produksi (ton)

Pemasaran

Bahan Baku/Hasil

Masalah

Petani Jagung

335

1.482

Rp. 175.000.000 per Ha

Mutu baik, Rata – rata hasil tiap petak sama

Penyakit putih yang belum ditemukan obatnya

Petani Tebu

68

488,85

Rp. 93.600.000 per Ha ke PG Gempol Kerep

Didapat dari PGGempol Kerep karena adanya kerjasama

-

Petani Cabai

0,35

0,2

Rp. 20.000 per kilogram ke pabrik

Biji dari tanam sendiri, mutu baik, hasil bagus

-

Petani Kangkung

4

12

Rp. 25.500.000 per ha ke pabrik

Bahan dari pabrik karena kerjasama, mutu baik, hasil baik

Saat hujan turun tanaman kangkung tidak bisa dipanen

Peternak Lele

0,03

0,7

Rp. 9.800 per kilo ke Krian, Mojokerto, Mojoagung

Dari bibit penyuluhan, hasil bagus

-

Kajian Mata Pencaharian Desa Johowinong

Sumber: Hasil Survei Primer, 2011

 

Hasil Sektor

Pertanian

  • Tebu

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:IN;
mso-fareast-language:IN;}

Tebu merupakan salah satu komoditi utama yang terdapat di Desa Johowinong, sebagian besar masyarakat Desa Johowinong, menjadikan tebu sebagai salah satu  pilihan utama mata pencaharian yang cukup menjanjikan.

 

No

Proses

Keterangan

Nilai (Rp)

1

Pengeluaran

·       Pupuk 20 ton/ ha

·       Sewa lahan

·       Biaya Tanam – tebang

Jumlah

30.000.000

15.000.000

20.000.000

65.000.000

2

Pemasukan

Penjualan hasil panen

Jumlah

93.600.000

93.600.000

Perhitungan Biaya Masukan-Keluaran Petani Tebu Desa Johowinong

Sumber: Hasil Survei Primer, 2011

 

  • Jagung

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:IN;
mso-fareast-language:IN;}

Jagung merupakan salah satu penghasilan terbesar petani Desa Johowinong setelah tanaman tebu.

 

No

Proses

Keterangan

Nilai (Rp)

1

Pengeluaran

·       Pengairan/panen

·       Bibit dan perawatan

·       Sewa lahan

Jumlah

700.000

500.000

400.000

1.600.000

2

Pemasukan

Penjualan hasil panen/petak

Jumlah

2.500.000

2.500.000

Perhitungan Biaya Masukan-Keluaran Petani Jagung Desa Johowinong

Sumber: Hasil Survei Primer, 2011

 

  • Kangkung

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:IN;
mso-fareast-language:IN;}

Sistem penanaman tanaman kangkung di Desa Johowinong dibudidayakan kembali untuk memperoleh bibit kembali. Maka hasil panen yang diperoleh dari penanaman kangkung adalah berupa bibit.

 

No

Proses

Keterangan

Nilai (Rp)

1

Pengeluaran

·       Pengairan/panen

·       Bibit dan perawatan

·       Sewa lahan

Jumlah

700.000

500.000

400.000

1.600.000

2

Pemasukan

Penjualan hasil panen/petak

Jumlah

2.500.000

2.500.000

Perhitungan Biaya Masukan-Keluaran Petani Kangkung Desa Johowinong

Sumber: Hasil Survei Primer, 2011

 

  • Cabai

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:IN;
mso-fareast-language:IN;}

Tanaman cabai di Desa Johowinong tidak terlalu dibudidayakan secara maksimal. Karena jenis dan karakteristik tanah yang kurang sesuai dengan tanaman cabai, sehingga jumlah petani cabai di Desa Johowinong tergolong sedikit. Selain dari kondisi tanah, perawatan yang dilakukan terhadap tanaman cabai juga harus rutin dilakukan. Dengan memberikan pengobatan yang rutin untuk menghindari dari serangan hama.

 

  • Padi

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:IN;
mso-fareast-language:IN;}

Proses penanaman padi dilakukan saat pergantian musim panen. Petani di Desa Johowinong biasanya menanam padi di saat musim hujan. Lahan yang digunakan untuk  penanaman padi sebelumnya digunakan sebagai penanaman jenis tanaman lain, seperti bekas tanaman jagung.

 

No

Proses

Keterangan

Nilai (Rp)

1

Pengeluaran

·         Perawatan

·         Pupuk

·         Pengairan

Jumlah

 

1.500.000

 

1.500.000

2

Pemasukan

Penjualan hasil panen/ha

Jumlah 

5.000.000

5.000.000

Perhitungan Biaya Masukan-Keluaran Petani Padi Desa Johowinong

Sumber: Hasil Survei Primer, 2011

 

Industri

  • Industri penggilingan

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:IN;
mso-fareast-language:IN;}

Industri penggilingan menampung barang – barang rongsokan dari para pengepul. Setelah ditampung dilakukan pemilahan barang – barang  yang akan digiling. Setelah dillakukan penggilingan hasil olah dikeringkan . Setelah kering langsung di distribusi ke pabrik untuk dijadikan barang jadi.

 

No

Proses

Keterangan

Nilai (Rp)

1

Pengeluaran

Harga rongsokan x 10 kg

Jumlah

13.000

13.000

2

Pemasukan

Hasil penjualan olahan rongsokan x 10kg

Jumlah

22.000

 

22.000

Perhitungan Biaya Masukan-Keluaran Industri Penggilingan Desa Johowinong

Sumber: Hasil Survei Primer 2011

 

Kalender Musim

 

No

Komoditas

Bulan (Musim)

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

1

Tebu

 

 

 

Pengolahan tanah

Penanaman

Pemupukan

Pemupu

kan

Pemupu

kan

Perawatan

Perawatan

Perawatan

Perawatan

Perawatan

Perawatan

Perawatan

Perawatan

Perawatan

Perawatan

Perawa

tan

Panen

 

 

 

 

2

Jagung

 

 

 

Penanaman

Pemupukan 1

Pemupukan 2

Panen

Penanaman

Pemupukan 1

Pemupukan 2

Panen

 

3

Padi

Pemupukan

-

Panen

 

 

 

 

 

 

 

 

Penanaman

4

Kangkung

Panen

Penanaman

Pemupukan

Perawatan

Panen

Penanam

an

Pemupak

an

Perawa

tan

Panen

Penanaman

Pemu pukan

Perawatan

5

Cabai

Penanaman

Perawatan

Panen

Penanaman

Perawa

Tan

Panen

Penanaman

Perawatan

Panen

Penanaman

Perawatan

Panen

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kalender Musim Komoditas Desa Johowinong

Sumber: Hasil Survei Primer, 2011

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:IN;
mso-fareast-language:IN;}

Mata Pencaharian

Luas Lahan (ha)

Produksi (ton)

Pemasaran

Bahan Baku/Hasil

Masalah

Petani Jagung

335

1.482

Rp. 175.000.000 per Ha

Mutu baik, Rata – rata hasil tiap petak sama

Penyakit putih yang belum ditemukan obatnya

Petani Tebu

68

488,85

Rp. 93.600.000 per Ha ke PG Gempol Kerep

Didapat dari PGGempol Kerep karena adanya kerjasama

-

Petani Cabai

0,35

0,2

Rp. 20.000 per kilogram ke pabrik

Biji dari tanam sendiri, mutu baik, hasil bagus

-

Petani Kangkung

4

12

Rp. 25.500.000 per ha ke pabrik

Bahan dari pabrik karena kerjasama, mutu baik, hasil baik

Saat hujan turun tanaman kangkung tidak bisa dipanen

Peternak Lele

0,03

0,7

Rp. 9.800 per kilo ke Krian, Mojokerto, Mojoagung

Dari bibit penyuluhan, hasil bagus

-

Leave a comment »

Karakteristik Sosial dan Budaya Penduduk

Kependudukan

Pertumbuhan penduduk Desa Johowinong dari tahun 2005 hingga tahun 2009 mengalami peningkatan hingga jumlah total penduduk sebanyak 3.860 jiwa penduduk.

Jumlah Penduduk Tahun 2005 – 2009

Sumber: Kecamatan Mojoagung Dalam Angka 2010

Jumlah penduduk ditinjau dari jenis kelamin, perbandingan jumlah penduduk laki-laki sebanyak 1.923 jiwa dan perempuan sebanyak 1861 jiwa.

Data Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin

Sumber: Data Monografi Desa Johowinong 2011

Jumlah kepala keluarga yang terdapat di Desa Johowinong sebanyak 1184 jiwa. Berdasarkan jumlah penduduk yang terdapat di Desa Johowinong terdapat beberapa kategori diantaranya keluarga pra sejahtera sebanyak 252 jiwa, keluarga sejahtera I sebanyak 450 jiwa, keluarga sejahtera II sebanyak 379 jiwa, keluarga sejahtera III sebanyak 85 jiwa, dan keluarga sejahtera III plus sebanyak 10 jiwa.

Data Jumlah Penduduk Menurut Kategori Kesejahteraan

Sumber: Data Monografi Desa Johowinong 2011

Penduduk Desa Johowinong seluruhnya beragama Islam, sehingga kegiatan yang dilakukan baik kaum laki-laki, perempuan, bahkan remaja yaitu berupa pengajian atau yang biasa disebut dengan tahlilan.

Berdasarkan tingkat pendidikan masyarakat, Desa Johowinong memiliki tingkat pendidikan yang berbeda yaitu tidak bersekolah, TK, lulusan SD, lulusan SMP, lulusan SMA hingga lulusan Perguruan Tinggi. Secara kualitatif dapat digambarkan bahwa mayoritas penduduk Desa Johowinong lulusan SD, dan sebagian masyarakat lulusan SD bermatapencaharian sebagai petani, sedangkan jumlah masyarakat dengan lulusan perguruan tinggi berjumlah sedikit.

Berdasarkan mata pencahariannya, penduduk Desa Johowinong memiliki pekerjaan sebagai petani, buruh tani, pengusaha industri, buruh industri, buruh bangunan, pedagang, pengangkutan, dan pegawai negeri. Berdasarkan tata guna lahan, sebagaian besar penduduk Desa Johowinong bermatapencaharian sebagai petani, hal itu disebabkan karena sebagian besar lahan yang terdapat di Desa Johowinong merupakan lahan pertanian.

 

Sosial dan Budaya

Sejarah Desa

Sebelum tahun 1900 (perkiraan) ada seseorang yang bernama Srigunting. Konon Srigunting adalah merupakan keturunan dari Ratu di Mataram, yang sekarang dikenal oleh masyarakat dengan sebutah Nyi Sedokun.

Nyi Sedokun adalah yang pertama kali Babat Alas, pada saat Babat Alas. Alas hutan tersebut banyak pohon besar yang disebut pohon JOHO, serta pohon WI yang sangat besar yang membentang sampai ke (NONG) Utara (LOR) dan Selatan (KIDUL). Selain itu, di pinggiran desa ada pulau kecil yang di sebelahnya ada sendang berisi air terus menerus baik musim hujan maupun musim kemarau. Nyi Sedokun berkata bahwa tempat inin dinamakan Johowinong karena adanya pohon Joho dan Wi tersebut.

Pemerintahan Desa Johowinong dimulai pada tahun 1880. Sebagai kepala desa pertama adalah Bapak Poninten. Kepala desa kedua adalah Bapak Soelaksono yang bergelar Jolelo. Pada saat ini Johowinong dibagi menjadi 5 Dukuhan yaitu: Dusun Johowinong, Plosorejo, Winongkidul, Karangtengah, dan Winonglor. Bapak Soelaksono bertempat tinggal di Dusun Karangtengah dan tidak lama kemudian meninggal dunia pada tahun 1925. aktivitas yaitu petani jagung dan padi karena sebagian besar mata pencaharian petani di Desa Johowinong adalah petani jagung dan

Kepala Desa ke tiga dijabat oleh Bapak Samiran yang bergelar Joyowiro pada tahun 1926 yang dijabatnya selama umur hidupnya. Atas kepemimpinan, beliau mendirikan sekolah SR pada tahun 1950 yang bertempat di rumah Bapak Legimin dan Bapak Kerto. Sekolah tersebut kemudian berkembang terus sampai di rumah Bapak Sukro dan di rumah Bapak Subekti dan yang terakhir di rumah Bapak Joyotrimo (Carik Desa Johowinong).

Pada tahun 1959 diadakan musyawarah desa untuk membahas pembangunan gedung sekolah. Hasil musyawarah memutuskan membangun sekolah di sawah desa yang berdiri 4 kelas pada tahun 1960. Denga usaha swadaya masyarakat, pada tahun 1961 menambanh bangunan sekolah 4 lokal lagi. Pada tahun 1963 sekolah mempunyai 8 lokal. Bapak Joyowiryo menjadi Kepala Desa sampai pada tahun 1980 karena meninggal dunia dan pada tahun tersebut Pemerintah Daerah Kabupaten Jombang menambah gedung sekolah 2 lokal yang akhirnya jumlah local SDN Johowinomg 10 lokal.

Pada tahun 1981 Kepala Desa Johowinong dijabat oleh Bapak Kadimo. Pada tahun 1987 listrik masuk Desa Johowinong. Masa jabatan Kepala Desa Kadimo berakhir pada tahun 1990. Pada tahun 1990 pemilihan dilakukan, sebagai kepala desa terpilih adalah Bapak Samsul Hudah dengan masa bakti 1990 samapai 1998. Kemudian pada tahun 1999 Kepala Desa terpilih Bapak Gunan sampai pada tahun 2002. Karena Bapak Gunan mengundurkan diri dari jabatan Kepala Desa selanjutnya jabatan kepala desa dirangkap oleh Bapak Rojiun Heru Widodo selaku Sekdes dan PJ Kepala Desa.

 

Diagram Aktifitas

Diagram Aktivitas Keluarga Petani

Sumber: Survei Primer 2011